Leher kaku merupakan keluhan umum yang sering dijumpai banyak orang. Kondisi ini dapat muncul setelah seharian beraktivitas atau ketika bangun tidur. Akibatnya, rasa tegang dan kaku pada leher ini menyebabkan Anda tidak dapat menjalani aktivitas dengan bebas. Lantas, adakah cara untuk mengatasi leher kaku? Yuk, intip ulasannya berikut ini.

Leher Kaku
https://rajalondri.com/index.php/2019/11/06/ganggu-aktivitas-ini-6-cara-ampuh-agar-anda-terbebas-dari-leher-kaku/

Cara mengatasi leher tegang dan kaku

Leher kaku terjadi akibat otot di sekitar leher yang lelah dan menegang. Kondisi ini menyebabkan rasa nyeri sehingga Anda sulit untuk menggerakan kepala seperti biasanya.

Umumnya, leher kaku mudah terjadi ketika Anda duduk terlalu lama menatap layar komputer dan posisi tidur yang buruk.

Untungnya, leher kaku yang mengganggu ini bisa diatasi dengan berbagai cara, di antaranya:

1. Kompres air dingin atau air hangat

Cara mengatasi leher kaku yang paling mudah adalah meringankan rasa sakitnya dengan kompres. Cara ini sangat cocok dilakukan pada hari kedua atau ketiga setelah leher terasa kaku.

Untuk kompres, Anda boleh menggunakan air dingin maupun air hangat. Suhu dingin dan panas dari kompres ternyata dapat merelaksasi otot yang tegang. Ini bisa merelaksasi otot leher yang kaku.

Siapkan handuk kecil dan es batu di tengahnya. Kemudian bungkus es dan letakan di bagian leher yang terasa nyeri.

Sebaliknya, jika Anda menggunakan air hangat, rendam handuk pada baskom berisi air hangat. Lalu peras airnya dan letakkan pada leher yang terasa sakit.

Kompreslah selama 20 menit, baik menggunakan air panas maupun dingin. Tidak disarankan untuk mengompresnya lebih dari 20 menit atau seharian karena bisa menimbulkan masalah pada kulit.

Anda juga meredakan rasa kaku yang Anda rasakan dengan mandi atau berendam air hangat.

2. Pastikan Anda aktif bergerak

Tubuh yang kurang gerak bisa memberikan tekanan berlebihan pada otot tertentu. Termasuk pada otot di sekitar leher. Berusaha tetap aktif adalah cara lain untuk mengatasi leher tegang.

Bergerak aktif diartikan dengan melakukan peregangan di tengah Anda bekerja. Namun, Anda perlu berhati-hati dalam melakukan hal ini.

Hindari gerakan yang menyentak (tiba-tiba) dan memaksa, yang bisa menyebabkan rasa sakit bertambah parah.

Lakukan gerakan peregangan seperti menggerakkan kepala ke atas dan bawah, menengok ke kiri dan kanan, serta menelengkan kepala ke kiri dan kanan.

Bisa juga dengan melakukan memutar bahu maju dan mundur sebanyak 1o kali.

3. Hindari posisi tidur tertentu

Salah satu penyebab leher kram adalah posisi tidur yang tidak tepat. Untuk meringankan gejala sekaligus mengatasi leher kram, cara mudah yang bisa Anda lakukan selanjutnya adalah memperbaiki posisi tidur.

Hindari tidur dengan posisi tengkurap. Posisi ini mengharuskan kepala Anda untuk menghadap ke kiri atau kanan dalam waktu yang lama sehingga bisa menimbulkan ketegangan pada otot.

Sebagai gantinya, Anda bisa tidur dengan posisi telentang atau tidur menyamping.

Selama masa penyembuhan, Anda sebaiknya tidur di atas kasur tanpa bantal. Bisa juga menggunakan bantal yang didesain khusus untuk mengatasi leher tegang.

4. Pijat leher yang terasa nyeri

Selain menempelkan kompres, Anda bisa memijat sendiri area leher yang terasa sakit. Caranya, cari titik leher yang terasa sakit.

Kemudian, tekan atau urut secara perlahan untuk mengendurkan otot. Anda bisa meminta bantuan keluarga, pasangan, atau praktisi pijat untuk memberikan pijatan.

5. Kurangi stres dan perhatikan kembali aktivitas fisik

Stres dapat menimbulkan ketegangan pada otot Anda. Ini bisa menyebabkan leher Anda menjadi kaku.

Nah, cara untuk mengurangi stres dan mengatasi leher kaku yang bisa Anda pilih, antara lain:

  • Melakukan meditasi dengan mengatur napas dan menenangkan pikiran Anda.
  • Meluangkan diri untuk melakukan hobi, seperti mendengarkan musik, merajut, melukis, dan lain-lain.
  • Mengambil cuti kerja untuk liburan

Seimbangkan semua itu dengan aktivitas fisik seperti olahraga. Aktivitas seperti yoga dan berenang bisa membantu mengurangi stres di otak selama dilakukan dengan benar.

6. Minum obat

Minum obat merupakan cara mengatasi leher tegang yang paling praktis. Akan tetapi, baiknya jadikan ini sebagai pilihan terakhir.

Pasalnya, penggunaan obat pereda nyeri, seperti acetaminophen, ibuprofen, dan naproxen dapat menimbulkan efek samping. Selain itu, tidak juga baik digunakan dalam jangka panjang.

Jika cara tersebut tidak berhasil, lakukan hal ini

Jika cara mengatasi leher kaku di atas sudah Anda lakukan tapi rasa sakit tetap menyerang, Penulis bisa membantu dengan terapi pijat, anda bisa menghubungi nomer kontak penulis di nomer WA 0895351445054 .

8+ Fakta di Balik Sakit Leher Alias Tengeng. Apa Harus Selalu Salah Posisi Tidur yang Kau Salahkan?

Sering dikaitkan dengan masuk angin atau salah posisi tidur, ternyata ada beberapa faktor penyebab leher tengeng yang seringkali diabaikan banyak orang. Untukmu yang sering mengalami sakit leher yang menyebalkan ini, kali ini Hipwee akan mengulas 9 fakta seputar leher tengeng yang wajib kamu tahu. Simak baik-baik ya!

1. Sering disebut dengan istilah ‘tengeng‘, ternyata kram di area leher dan pundak disebut sebagai  tortikolis spasmodik dalam dunia medis. Hmm, keren juga ya ternyata namanya.

Tubuh manusia terdiri dari atas kumpulan otot-otot, baik otot besar maupun kecil yang dapat mendukung pergerakan bagian tubuh kita. Akan tetapi terkadang ada saat di mana otot–otot tubuh kita mengalami kram, rasa kaku dan sakit ketika digerakan. Hal ini sering sekali terjadi jika kamu berolahraga berlebihan tanpa pemanasan atau saat kamu terlalu lama nggak bergerak, misalnya duduk dan berdiam diri tanpa melakukan pergerakan apapun. Hal-hal sesepele ini bisa memicu kram leher yang bikin leher kamu sakit nggak ketulungan lho!

Tengeng seringkali dikaitkan dengan sakit leher yang terasa mengganggu sampai membuat susah untuk menengok. Nggak jarang kamu pun bakal merasakan gejala-gejala ini:

  • Kesulitan tidur dengan nyenyak
  • Apabila dipegang, leher terasa sangat keras dan kaku
  • Terkadang disertai sakit kepala ataupun pusing
  • Kelelahan pada otot mata

2.  Otot leher yang tiba-tiba kram, terasa begitu sakit dan ngilu ternyata juga bisa dipicu stres yang berlebih lho! Saking tegang dan banyaknya beban pikiran yang ditanggung seseorang, tengeng bisa saja tiba-tiba menyerang

Faktor psikologis juga ternyata bisa jadi penyebab utama leher tengeng lho! Sakit fisik atau gangguan kesehatan yang disebabkan oleh pengaruh psikologis disebut dengan gejala psikosomatis dan hanya bisa disembuhkan dengan terapi atau relaksasi. Kalau kamu merasa beban hidup begitu berat, pekerjaan terlalu banyak dan banyak hal membuatmu jadi begitu tegang dan stres, jangan heran deh kalau kamu akan sering merasa leher tengeng.

3. Selain stres, salah posisi tidur juga kerap jadi alasan di balik leher tengeng. Faktor klasik ini nih yang kerap dijadikan penyebab utama sakit leher sampai susah nengok

Posisi tidur sangat penting untuk menunjang kualitas tidurmu. Bantal yang terlalu tinggi, terlalu keras atau terlalu empuk juga bisa memicu leher tengeng yang menyiksa. Perhatikan posisi tidurmu agar nyaman dan usahakan nggak berada di satu posisi yang sama sepanjang malam agar otot area leher jadi nggak tegang dan kram.

4. Banyak yang nggak tahu, ternyata kelaparan juga bisa memicu tengeng lho! Satu lagi alasan buat kamu untuk nggak melakukan diet berlebih

Meski jarang terjadi, dilansir dari halosehat.com ternyata ada beberapa kasus, di mana kelaparan dapat memengaruhi kondisi fisik yaitu kondisi otot dan juga syaraf yang kemudian menjadi kaku dan juga tegang. Hayo, siapa yang pernah mengalami tengeng saat perut sedang keroncongan?

5. Faktor kelelahan kerap jadi alasan di balik sakit leher alias tengeng yang bikin emosi gampang memuncak karena sakit dan lelahnya yang bersatu padu

Jangan remehkan sinyal-sinyal tubuh kelelahan ya karena akibatnya bisa fatal. Nggak cuma leher tengeng, stres dan beragam penyakit lain bisa terpicu akibat kurang istirahat yang berkualitas. Ingat, manusia itu bukan mesin robot yang bisa kerja atau beraktivitas nonstop tanpa istirahat!

6. Diserang rasa panik atau mengalami panic attack ternyata juga bisa jadi penyebab leher jadi kram dan susah digerakkan

Hal ini merupakan salah satu gejala psikologis, yang berasal dari pikiran seseorang atau bisa disebut psikosomatik. Ketika mengalami panic attack, seseorang akan merasakan pusing dan mual, serta efek lain seperti tubuh menjadi terasa kaku dan otot menegang, termasuk otot leher. Untuk mengatasi ini, kamu sebaiknya berkonsultasi dengan seseorang yang kompeten seperti dokter atau psikolog agar masalahmu dapat ditangani,

7. Tubuh yang terlalu pasif dan jarang bergerak ternyata juga bisa jadi salah satu pemicu sakit leher lho. Makanya jangan malas menggerakan tubuh dan berolahraga ya, guys!

Hayo, yang jarang olahraga di sini mana suaranya? Hehe! Ternyata selain bikin tubuh jadi gampang lemes dan nggak fit, leher tengeng bisa terjadi kalau kamu malas bergerak dan terlalu banyak beristirahat. Yuk yang malas bergerak, sesekali lakukan aktivitas yang bisa bikin tubuh rileks dan nggak tegang, misalnya dengan rajin stretching dan strengthening. Yoga atau pilates bisa jadi alternatif lho untuk yang nggak punya waktu olahraga outdoor.

8. Posisi ergonomis yang buruk juga termasuk salah satu faktor yang sering memicu tengeng. Misalnya terlalu lama mengetik dalam posisi yang sama atau menonton televisi dengan satu posisi yang sama tanpa bergerak selama berjam-jam

Postur tubuh yang nggak baik, kursi yang nggak nyaman, posisi sama yang terus dipertahankan tanpa ada gerakan lain seperti mengetik komputer 3 jam nonstop tanpa jeda atau dengarin teman curhat 4 jam tanpa tengok kanan kiri bisa jadi pemicu leher tengeng. Otot butuh gerakan yang membuat rileks agar nggak sampai kram, guys!

9. Selain karena sejumlah faktor yang telah disebutkan, kamu pun perlu waspada kalau tengeng yang dirasakan intensitas dan frekuensinya berlebihan. Bisa jadi itu sinyal tubuh tentang adanya penyakit serius lain yang sedang kamu derita

Ternyata di balik sakitnya yang terlihat sepele, kalau sampai terjadi sering, berulangkali dan intensitas sakitnya sudah sampai berlebihan, maka kamu wajib mewaspadai tengeng tersebut, apalagi kalau diikuti gejala sakit lainnya seperti pusing tak tertahankan, penurunan berat badan dan lainnya. Pasalnya, tengeng yang tak terkendali bisa jadi gejala penyakit hipertiroidisme, infeksi sistem saraf, diskinesia tardiv (gerakan wajah abnormal akibat obat anti-psikosa) dan bahkan tumor leher. Duh, amit-amit ya!